MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
DISUSUN OLEH :
Nama : Richard Barus
NPM :
15215897
Kelas :
1EA33
Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen
Universitas
Gunadarma
2015
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa lagi
Maha Penyayang, karena berkat-Nya, penulis bisa menyusun dan menyajikan Makalah
Ilmu Budaya Dasar ini yang berisi tentang keterkaitan manusia dengan
kebudayaan. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak
yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah
Budaya Sosial Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang
membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun
makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan
Makalah Budaya Sosial Dasar ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan
sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.
Bekasi, 9
Oktober 2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki jenis kebudayaan yang beragam. Di
setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda pula oleh karena itu manusia
dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena dimana kita
tinggal disitu pula terdapat kebudayaan.
Manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan satu sama
lain. Setiap manusia memiliki kebudayaan yang berbeda beda sesuai dengan
lingkungannya, walaupun demikian hal itu tidak menjadi hambatan. Ada beberapa
faktor yang menyebabkan perbedaan kebudayaan seperti faktor lingkungan, alam,
dan manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya seiring dengan
berkembangnnya teknologi informasi.
Masih banyak yang belum dipaparkan secara jelas dan terperinci.
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut maka dalam penyusunan tugas ini,
penulis memilih judul “MANUSIA DAN KEBUDAYAAN”
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1 Pengertian hakikat manusia ?
1.2.2 Kepribadian bangsa timur ?
1.2.3 Pengertian, unsur, dan faktor perubahan kebudayaan ?
1.2.4 Hubungan manusia dengan kebudayaan ?
1.2.5 Wujud dari kebudayaan ?
1.2.6 Orientasi nilai budaya ?
1.2.2 Kepribadian bangsa timur ?
1.2.3 Pengertian, unsur, dan faktor perubahan kebudayaan ?
1.2.4 Hubungan manusia dengan kebudayaan ?
1.2.5 Wujud dari kebudayaan ?
1.2.6 Orientasi nilai budaya ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui pengertian hakikat manusia.
1.3.2 Mengatahui Bagaimana kepribadian bangsa timur.
1.3.3 Mengetahui pengertian, unsur, dan faktor perubahan kebudayaan.
1.3.4 Mengetahui hubungan manusia dengan kebudayaan.
1.3.5 Mengetahui wujud dari kebudayaan.
1.3.6 Mengetahui orientasi nilai budaya.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengetian Hakikat Manusia
Hakikat manusia adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan
oleh setiap manusia. Kata manusia berasal dari kata ” manu ” dari bahasa
Sanksekerta atau ” mens ” dari bahasa Latin yang berarti berpikir, berakal
budi, atau bisa juga dikatakan ” homo ” yang juga berasal dari bahasa Latin.
Hal yang paling penting dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah
dapat dikatakan bahwa manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan
keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di dunia. Manusia merupakan
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki derajat paling tinggi di antara
ciptaan yang lain.
Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan
kedudukan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Berikut penjelasan yang
lebih rinci mengenai makhluk individu dan makhluk sosial.
- Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia sebagai makhluk individu mempunyai
sifat-sifat individu khas yang berbeda
dengan manusia lainnya. Manusia berbeda dengan
manusia lainnya. Manusia sebagai
individu bersifat nyata, yaitu mereka berupaya untuk
selalu merealisasikan kepenti
ngan, kebutuhan, dan potensi pribadi yang
dimilikinya. Hal tersebut akan terus me
nerus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan
kehidupan yang dialaminya
dan pertumbuhan yang ada pada dirinya. Setiap
manusia senantiasa akan berusaha
mengembangkan kemampuan pribadinya guna memenuhi
berbagai kebutuhan dan
mempertahankan hidupnya
- Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial, artinya
makhluk yang tidak dapat hi
dup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia normal
memerlukan orang lain dan hi
dup bersama-sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Kenyata
an ini sesuai dengan pendapat Aristoteles, menyatakan
bahwa manusia adalah zoom
politicon, yang berarti selain sebagai makhluk individu.
manusia
juga termasuk dalam makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan manusia lain.
Pada zaman purba, ketika kebutuhannya belum lengkap. Manusia sering memenuhi
kebutuhannya dengan membuat dan mencari sendiri. Namun dengan semakin meningkat
kebutuhan hidupnya, manusia membutuhkan orang lain untuk mendukung
kehidupannya. Pada perkembangan secara lebih luas dan kompleks, manusia
membutuhkan tata masyarakat, lembaga-lembaga sosial, dan juga membutuhkan
negara.
2.2 Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian diartikan sebagai suatu pola sikap yang
mencerminkan sifat atau karakter seseorang dengan lingkungannya. Kepribadian
bangsa timur dapat diartikan sebagai suatu sikap yang dimiliki oleh suatu
negara yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya.
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai
sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi
bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat. Seperti di
negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk sambil memegang poster protes dan
di Negara Thailand, mereka berdemokrasi dengan tertib dan damai.
Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata
yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat
ciri khas dalam berbagai negara yang mencerminkan negara tersebut memiliki
suatu kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah
Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan. Dan terdapat
beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang dulu
yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun. Misalnya
tidak boleh duduk di depan pintu. Hal tersebut merupakan ciri khas kepribadian
yang unik.
Bangsa timur erat kaitannya dengan rasa sosialisasi
dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong
royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi bangsa timur merupakan
suatu sikap yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Bangsa timur
juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah
masing-masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih
dilaksanakan oleh bangsa timur.
Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang melaksanakan
upacara-upacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah. Contohnya
daerah Bali yang masih melaksanakan tarian khas daerahnya yaitu tarian pendet,
kecak, tarian barong. Terbuka dengan negara lain merupakan salah satu
kepribadian yang dimilki oleh bangsa timur.
2.3 Pengertian, Unsur, dan Faktor
Perubahan Kebudayaan
2.3.1 Pengertian Kebudayaan
Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta “budhayah”, yaitu
bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Sedangkan ahli antropologi
yang memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah adalah
E.B. Tylor dalam buku yang berjudul “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan
adalah keseluruhan kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan lain,
serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat. Pada sisi yang
agak berbeda.
Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai
keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata
kelakuan yang harus didapatkanya dengan belajar dan yang semuanya tersusun
dalam kehidupan masyarakat. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan
hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang
semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat.
Secara
lebih jelas dapat diuraikan sebagai berikut:
1.
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia, yang
meliputi:
- Kebudayaan materiil (bersifat jasmaniah), yang meliputi benda-benda ciptaan manusia, misalnya kendaraan, alat rumah tangga, dan lain-lain.
- Kebudayaan non-materiil (bersifat rohaniah), yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya agama, bahasa, ilmu pengetahuan, dan sebagainya
2.
Kebudayaan itu tidak diwariskan secara generatif (biologis), melainkan hanya
mungkin diperoleh dengan cara belajar.
3.
Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakan
kemung kinannya sangat kecil untuk membentuk kebudayaan. Sebaliknya, tanpa
kebudayaan tidak mungkin manusia dapat
mempertahankan kehidupannya.
2.3.2 Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat
(1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi
pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
1. Kesenian
2. Sistem teknologi dan peralatan
3. Sistem organisasi masyarakat
4. Bahasa
5. Sistem mata pencaharian hidup dan
sistem ekonomi
6. Sistem pengetahuan
7. Sistem religi
Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara kita memang
sudah mulai memudar, faktor dari budaya luar memang sangat mempengaruhi
pertumbuhan kehidupan di negara kita ini. Contohnya saja anak muda jaman
sekarang, mereka sangat antusias dan up to date untuk mengetahui juga mengikuti
perkembangan kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan hanya orang-orang
tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan asli negara kita
tetapi juga para anak muda harus senang dan mencintai kebudayaan asli negara
sendiri. Banyak faktor juga yang menjelaskan soal 7 unsur budaya universal
yaitu :
1.
Kesenian
Setelah
memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi
kebutuhan psikis mereka. sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.
2.
Sistem
teknologi dan peralatan
Sistem
yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang
baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan makhluk
hidup yang lain.
3.
Sistem
organisasi masyarakat
Sistem
yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk
yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing masing
antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
4.
Bahasa
Sesuatu
yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk
mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan
bahasa universal seperti bahasa Inggris.
5.
Sistem
mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Sistem
yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang
baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan makhluk
hidup yang lain.
6.
Sistem
pengetahuan
Sistem
yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda
sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu
disampaikan agar yang lain juga mengerti.
7.
Sistem
religi
Kepercayaan
manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran
bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
2.3.3 Faktor Perubahan Kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan
sendiri adalah adanya ketidak sesuaian di an-
tara
unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadilah keadaan yang
ti- dak sesuai dengan fungsinya bagi kehidupan.
Perubahan kebudayaan yang terjadi dalam suatu
bangsa tidak luput dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Menurut Soerjono Soekanto
faktor-faktor tersebut terbagi m- enjadi 2, yaitu faktor intern dan faktor
ekstern.
- Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya
- Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi.
- Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
- Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
- Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.
2. Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar
masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan
kebudayaan, yang diantaranya:
- Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya
- Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan sarana umum lainnya.
- Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi), dan budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).
2.4 Hubungan Manusia dengan
Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan
ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan
objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan
dinilai sebagai dwitunggal, maksud- nya walaupun keduanya berbeda tetapi
merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan
kebudayaan itu tercipta oleh manusia. Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia
dengan Kebudayaan :
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas
dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di
Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar
sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang
berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak yang
dibesarkan di kota dengan seorang anak yang di besarkan di desa. Anak kota
bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara
teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada
diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value ).
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas
sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan
sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam
satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter
berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada
suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul.
2.5 Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:
1.
Wujud
Gagasan
Budaya
dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam
alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak
dapat diraba atau difoto. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap
warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir
serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang
akhirnya menghasilkan berbagai berbagai hasil karya manusia berdasarkan
sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk
sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.
2.
Wujud
Perilaku (Aktivitas)
Budaya
dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini
bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh:
Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang
sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu
sistem tindakan dan tingkah laku.
3.
Wujud
Benda Hasil Budaya
Semua
benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan
dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan
bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti
kapak
2.6 Orientasi Nilai Budaya
Kluckhohn
dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep
beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebahagian besar warga suatu
masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu
satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai
budaya.
Secara fungsional sistem nilai ini mendorong
individu untuk berperilaku seperti apa yang ditentukan. Mereka percaya, bahwa
hanya dengan berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam
Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara
emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan
hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia
tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud
ideal dari lingkungan sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya
suatu masyarakat merupakan wujud konsepsional dari kebudayaan mereka, yang
seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap
kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly
(1994) kelima masalah pokok tersebut adalah: (1) masalah hakekat hidup, (2)
hakekat kerja atau karya manusia, (3) hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan
waktu, (4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar, dan (5) hakekat dari
hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia di ciptakan pada hakikatnya adalah makhluk sosial
yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia harus berinteraksi untuk mencapai
kebutuhannya dengan adanya interaksi kita akan terjalin hubungan silaturahim
dengan orang lain dan mengenal kepribadian satu sama lain seperti kepribadian
bangsa timur yang identik dengan tepo seliro atau tingkat toleransi yang tinggi
dan sebagainya.
Di setiap daerah pun memiliki budaya yang berbeda beda.
Kita sebagai manusia tidak dapat terlepas dari kebudayaan karena dimana kita
tinggal disitu pula terdapat kebudayaan. Kebudayaan sendiri memiliki wujud dan
orientasi nilai budaya.
3.2 Saran
Saran yang dapat di berikan adalah walaupun kita memiliki bermacam
- macam kebudayaan kita tetap harus saling menjaga dan menghormati satu sama
lain karena kebudayaan yang kita miliki kelak akan menjadi kebanggaan
tersendiri.
4.3 DAFTAR PUSTAKA
- http://www.elearning.gunadarma.ac.id/index.phpoption=com_wrapper&Itemid=36